PSBB Karawang Diberlakukan, Inilah Keluh Kesah Pengguna Jalan

0
36
129 Views

Karawang,- Upaya pemberlakuan pembatasam sosial bersekala besar (PSBB) baru di mulai hari ini dengan tujuan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Pemkab karawang menyatakan perang dengan corona sehingga di berlakukannya PSBB. Dalam peninjauan d hari pertama di dapatkan keluh kesah para pengguna jalan bahkan hal ini sangat di rasakan oleh para pedagang mereka menganggap penerapan PSBB hanya memikirkan sebelah pihak tanpa memikirkan mata pencaharian mereka.

Jauh sebelum pemkab memberlakukan PSBB setidaknya sudah di bahas berbagai persiapan yang lebih mengkedepankan ketentraman dan keamanan. Keresahan para pedagang yang ada di pusat kota karawang.

Bahkan mereka sangat menyesalkan kebijakan pemkab karawang dalam menerapkan PSBB. Ketika di temui salah satu di antara para pedagang berkata “ari bupati mikir hentenya ? Anu dagang di persilahkan tapi akses jalan kabeh di tutup,mikir atuh saha anu rek balanjana?
Apa bupati siap ngajamin kahirupan saya jeng keluarga saya” bicara dengan bahasa sunda seperti yang sangat kecewa.

Ironisnya hal ini di rasakan bukan hanya oleh para pedagang dan pengguna jalan namun juga keluhanan-keluhan dari masyarakat yang menunggu janji akan adanya bantuan dari pemkab namun sampai saat ini tak kunjung datang padahal PSBB sudah mulai di berlakukan
Menyikapi masalah ini koordinator gabungan ormas di karawang yaitu Aliansi pergerakan islam karawang (ASPIKA) Abdulrohman menyampakan “kami hanya mewakili suara di bawah tolonglah pemkab harus lebih peka menyikapi keresahan di bawah karena kalau hal ini tidak cepat di tanggapi kami khawatir akan mengancam keamanan.

Kami sudah mengingatkan lewat media hati2 dalam mengambil kebijakan karena akan membawa dampak yang luar biasa.
Guna turut dalam mensosialisasikan virus corona ke masyarakat luas ASPIKA yang tergabung puluhan ormas di dalamnya menyampaikan baik secara langsung ketika baksos dan juga lewat jaringan media sosial tentang bahayanya virus tersebut.

“Memberikan pemahaman ke masyarakat luas itu penting karena sebaik apapun upaya pencegahan virus termasuk meberlakukannya PSBB jika masyarakat itu sendiri tidak paham dan mengerti maka mereka akan menganggap itu hal biasa sehingga berbagai aturan PSBB yang di terapkan tidak akan di indahkan” pungkasnya. Rabu, (6/6/2020)

Hal itu terbukti di pasar-pasar dan di sarana umum lainnya yang memancing kerumunan orang banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here