98 Views

Setiap tahunnya di Indonesia, tepatnya setiap tanggal 17 Agustus negeri yang kita sayangi ini selalu diperingati hari kemerdekaan Indonesia karena telah terbebas dari penjajahan. Banyak cara yang biasanya masyarakat lakukan untuk memperingati kemerdekaan ini, baik upacara pengibaran merah putih, ada juga yang dengan riang pesta pora dengan perlombaan dan hiburan yang menghiasinya. Walaupun tahun ini tidak seramai tahun kemarin dikarenakan ada wabah pandemi.

Namun, sadarkah kita? Ingatkah kita? Terpikirkan kah oleh kita?
Apakah selama 75 tahun lamanya ini,negeri kita benar-benar merdeka? Ataukah setiap tahunnya kita hanya berfoya-foya sejenak, terhibur dengan banyak nya perlombaan dari memakan kerupuk hingga balap karung lalu kemudian esok hari kita teriak lagi “Benarkah kita sudah merdeka?”
Merdeka kah kita? Sementara masih banyak rakyat yang masih dalam kategori miskin seperti yang dijelaskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka kemiskinan per Maret 2020 mengalami kenaikan menjadi 26,42 juta orang. Dengan posisi ini, persentase penduduk miskin per Maret 2020 juga ikut naik menjadi 9,78 persen.

Merdeka kah kita? Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia bertambah menjadi 6,88 juta orang pada Februari 2020.
Merdeka kah kita? Sementara listrik pun naik, BBM juga naik, juga berbagai kebutuhan ikut naik, sementara keadaan ekonomi semakin memburuk?
Maka sejatinya, kemerdekaan yang hakiki adalah ketika kita bisa merasakan hidup bahagia tanpa tekanan ekonomi dari penguasa dan pengusaha. Ketika kita bisa merasakan listrik murah, BBM murah, kebutuhan pokok murah dan angka kemiskinan serta pengangguran pun rendah.
Kemerdekaan hakiki tersebut bisa dirasakan jika setidaknya sistem negeri ini bisa mencontoh sistemnya Umar Bin Abdul Azis dalam pengelolaan negara ini. Bisa pula mencontoh Harun Ar-rasyid dalam menghidupi rakyat dan negaranya.
Betul, contoh keduanya adalah keadaan dimana negara merdeka tanpa ada kesusahan bagi rakyatnya. Karena mereka menggunakan sistem yang Allah amanahkan kepada manusia dan sepenuhnya aturan Allah ditegakkan di masyarakatnya.
Oleh karena itu, jika negeri ini ingin merdeka yang hakiki, maka ikutilah aturan Allah dan Rasulullah dalam mengelola negeri ini. Maka insya Allah negeri ini akan berkah dan merdeka yang sesungguhnya. Seperti yang di firmankan oleh Allah dalam Q.S Al-A’rof Ayat 96 yang artinya
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
Yakinkah kita dengan Janji Allah tersebut? Jika Yakin Insya Allah kemerdekaan yang hakiki menanti kita.

Alfaqir Eko Ruslamsyah (kmaz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here