ASPIKA Prihatin Penolakan Jenazah Covid-19, Maksimalkan Sosialisasi Sampai Ketingkat RT

0
64
Kang Adi bersam Ust. Abdurohman mengenakan hazmet dan masker saat akan melakukan penyemprotan disinfektan di Ponpes Baitul Burhan Jarakah. Kegiatan ini Kerjasama Baznas Karawang dengan Aspika.
203 Views

Karawang,- Beredar kabar yang sangat memilukan ditengah upaya penangan pandemic covid-19 baik pemerintah pusat, Daerah hingga  seluruh elemen masyarakat bahu membahu untuk melawan dan menyelesaikan Virus Corona ini, awalnya kabar itu didapat dari media online di wilayah Jawa Tengah terkait Penolakan Jenazah pasien Covid-19.

Begitu minimnya informasi yang didapat masyarakat terkait penularan Pasien Covid-19 yang dihawatirkan setelah pasien meninggal dunia. Beberapa Pekan terakhir dihebohkan juga ternyata Penolakan Jenazah pasien Covid-19 pun terjadi di wilayah Karawang miris dan prihatin padahal terkait Pemakaman Jenazah covid-19 tentunya dilakukan oleh Petugas khusus dengan standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan aman.

Dari berbagai sumber kesehatan bahwa Jenazah Covid-19 tidak menularkan virus disebabkan ketika Inang (Induk) Virus didalam pasien yang telah meninggal tidak memiliki kemampuan dan sumber untuk hidup lagi.

Seperti diberitakan media online lainya Karena Jenazah covid-19 ditolak warga setempat di wilayah karawang utara yang kemudian dimakamkan disekitar Tempat Makam Pahlawan Desa Pancawati Klari. Dilihat dari sudut Syariah Islam bahwa Memakamkan Jenazah adalah Fardu Kifayah bahkan berdosa bagi warga sekitar bila melalaikan syariah tadi.

Kang Adi bersam Ust. Abdurohman mengenakan hazmet dan masker saat akan melakukan penyemprotan disinfektan di Ponpes Baitul Burhan Jarakah. Kegiatan ini Kerjasama Baznas Karawang dengan Aspika.

Hal senada disampaikan Koordinator PRESIDIUM ASPIKA Ustd. Abdurahman ketika mengetahui kabar tersebut, “Kami sangat Prihatin dan memilukan atas kejadian Penolakan dimakamkanya Jenazah Covid 19, yang seharusnya disegerakan tidak boleh diabaikan Dosa besar bagi kita semua ketika melalaikan syariat ini karena Wajib Hukumnya (Fardlu Kifayah, red) kami menghimbau kepada seluruh warga Masyarakat untuk bersama-sama kita berbuat melaksanakan kewajiban kita sebagai muslim minimal jangan lagi ada Penolakan terhadap Jenazah Covid 19…” ujarnya.

Ketika wartawan menanyakan terkait solusi agar tidak terjadi lagi Penolakan, Abdurahman menambahkan.”Sebenarnya seluruh pihak baik masyarakat terutama Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan atau mensosialisasikan terkait pemahaman ini kepada masyarakat luas hingga tingkat RT & dipastikan mereka paham maka yakin hal seperti ini tidak akan terjadi, inikan muaranya karena ketidakpahaman dan kekurang tahuan masyarakat akan SOP ini sehingga menimbulkan keresahan diantara masyarakat hawatir tertular, Rabu (8/4/2020).

Sisi lain kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan Solidaritas sesama bukan Solitare bersama sama bahu membahu saling tolong menolong, betul dan sepakat untuk Jaga Jarak (Sosial Distancing) tetapi bukan membatasi rasa kemanusiaan kita justru disaat seperti ini kemanusiaan dan kesehatab akan keselamatan kesejehteraan masyarakat diutamakan mari kita berempati terhadap sesama” pungkasnya, red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here