Aspika Menyayangkan Ditundanya Insentif Guru Ngaji dan Marbot, GPII : Maksimumkan Protokol Kesehatan

0
28
50 Views

Situasi terkhir covid 19 diKarawang yang saat ini tengah diupayakan penangananya melalui PSBB hari ke 3, sejalan dengan itu pula berbagai pihak turut mengambil bagian berbagi kepedulian baik Pemerintah daerah.

Lembagaswasta, komunitas sampai personal tiap individu bahu membahu ikut berbagi kebaikan, dengan covid 19 ini semua warga ikut terdampak tidak melihat status sosial, agama dan jabatan, bagi mereka yang mempunyai jabatan atau ekonomi yang mapan tidak akan terlalu berdampak terkait kebutuhan hidup dimasa sulit seperti ini.

Tetapi bagi warga yang ekonomi lemah apalagi tidak berpenghasilan situasi ini sangatlah sulit dan memprihatinkan, salah satunya adalah Guru ngaji dan Marbot Masjid, mereka tidak teriak atau meminta tolong sekalipun dalam situasi sulit seperti ini karena disatu sisi dengan ke imanan dan keyakinan mereka lebih bertaqarub kepada Alloh swt bersabar dan ikhlas apalagi dibulan Ramadhan ini.

Di sisi lain lagi secara kemanusiaan mereka itu sama punya keluarga punya kewajiban kebutuhan hidup keluarganya Insentif dari Pemda ini adalah salah harapan yang ditunggu-tunggu terlebih dalam situasi pandemi covid 19 yang tentu saja apapun bentuk bantuan itu sangat ditunggu-tunggu.

Hal inipun ditanggapi serius oleh Ketua PD. GPII Karawang juga Penasehat Presidium Aspika Irwan Taufik, ” Sangat memprihatinkan bila benar Bantuan Insentif untuk guru ngaji dan Marbot ditunda realisasinya.

Kami tidak dapat membayangkan bagaimana harapan ini pupus yang selama ini mungkin sangat dibutuhkan oleh saudara kita, kalaupun pemda dalam hal ini Kabag. Kesra beralasan penundaan ini terkait upaya PSBB yang tengah berlangsung untuk meminimalisir kerumunan orang banyak, dan kita tahu itu, sebetulnya kalau saja Pemda mengatur mekanisme dan teknis untuk pengambilan pencairan intensif tetsebut dengan memaksimalkan Protokol Kesehatan covid 19.

Dengan menyiagakan seluruh unsur aparatur pemerintahan dan keamanan saya kira ini bisa dan mungkin dilakukan, kalau memang benar anggaranya telah ready dan disiapkan, pemda jangan lupa selain melindungi kesehatan warga dengan upaya PSBB tadi pemda juga wajib melindungi kesejahteraan warganya yakni segera cairkan insentif.

Intinya harus seimbang dan inshaa Alloh dalam waktu dekat kami akan silaturahmi ke Kabag. Kesra agar keputusan penundaan itu dikaji ulang, cobalah lebih dengan pendekatan kemanusiaan terkait kebutuhan hidup saudara-saudara kita khususnya Guru ngaji dan marbot”, ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here